Sahabat FI, semoga Allah mengkaruniakan kepada sahabat semua lingkungan yang baik. Hidup ditengah komunitas yang baik tentu sangat menyenangkan. Setiap orang saling menyemangati untuk sukses. Ketika ada yang mendapatkan keberhasilan, tak ada satupun orang yang iri apalagi dengki, semua orang berbahagia sembari berlomba memberikan ucapan selamat.

Sementara jika ada yang jatuh oleh musibah, semua orang berempati, mencoba menghibur dan saling menguatkan. Demikian pula saat ada yang melakukan kesalahan, alih-alih melakukan sumpah serapah dan caci maki, orang-orang di komunitas ini tak sungkan memberikan nasehat dengan tetap mengedepankan respek dalam balutan semangat persaudaraan. Komunitas kebaikan memang perlu diciptakan.

Setidaknya ada 3 syarat yang harus dipenuhi jika kita hendak mencipta komunitas kebaikan. Pertama adalah iman, kedua amal baik dan syarat ketiga adalah saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Iman akan menyatukan antara satu orang dengan orang yang lain bak satu badan. Iman menjadi sebab seseorang dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Ketika ada orang lain yang mendapatkan kebahagiaan, ia akan turut mensyukurinya sebagai sebuah nikmat dari-Nya. Sebaliknya ketika ada orang lain yang terluka tertimpa bencana, ia akan turut merasakan duka, karenanya tumbuh empati dan saling peduli.

Syarat kedua adalah amal baik. Namanya juga komunitas kebaikan, maka yang ada adalah perlombaan kebaikan, setiap orang berlatih untuk menjadi baik, berebut ketika ada peluang berbuat kebaikan. Setiap orang di komunitas kabaikan sadar bahwa ajakan kebaikan yang paling efektif adalah dengan cara menjadi teladan dan pionir kebaikan.

Sementara syarat ketiga adalah saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Memberi nasehat dan menerima nasehat bukanlah perkara mudah. Sebagian orang merasa sungkan untuk memberi nasehat, apalagi jika merasa sub ordinat, lebih muda usianya, lebih rendah jabatan atau status sosialnya dan lain sebagainya. Mestinya urusan memberi nasehat ini tidak perlu dikaitkan dengan usia, status social, jabatan , kekayaan dan lainnya, karena saling memberi nasehat merupakan kewajiban bagi sesama orang beriman. Memberi nasehat memang bukan perkara mudah, namun menerima nasehat bisa jadi lebih sulit. Karena gengsi, merasa superior, lebih tua, lebih kaya, lebih tinggi jabatannya membuat seseorang seringkali tak mudah menerima nasehat, masukan apalagi kritik. Oleh karenanya, mencipta komunitas kebaikan juga perlu diikuti dengan kesiapan mental untuk tak sungkan memberi nasehat dan lapang dada menerima nasehat. Sahabat FI, mari bersama menjadi leader dalam mencipta komunitas kebaikan. (aj)